Wakil Ketua MPR RI Ibu Hj. Melani Leimena Suharli menghadiri acara Diklat Komunikasi Politik DPP PDRI di DPP Partai Demokrat Jakarta. Hj. Melani Leimena Suharli selaku Ketua Dewan Pembina PDRI memberikan sambutan pada acara ini.
Hadir juga di acara ini Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bapak Anas Urbaningrum, MA, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bapak Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Republik Indonesia Ibu Titiek Budhisantoso, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Demokrat Republik Indonesia, Ibu Lies B. Soemarto dan Ketua-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Demokrat Republik Indonesia se-Indonesia.
Dalam sambutannya Hj. Melani Leimena selaku Ketua Dewan Pembina PDRI menyampaikan tentang Sistem politik di Indonesia yang bebas dan aktif mendorong adanya komunikasi politik yang transparan terhadap masyarakat umum; keadaan ini menjadikan komunikasi politik antara pemerintah dengan masyarakat, termasuk dengan peserta partai politik menjadi sesuatu hal yang amat penting dalam mendorong perkembangan politik di Indonesia.
Selama ini komunikasi politik di Indonesia dirasa masih perlu perubahan yang signifikan diberbagai aspek baik itu sektor infrastruktur dan suprastruktur politik. Infrastruktur politik yang dimaksud, yaitu lembaga politik atau mesin politik non formal yang berperan secara tidak langsung dalam pengambilan kebijakan-kebijakan politik yang diambil oleh suprastruktur politik, guna sebagai penyalur atau penyampai aspirasi dari berbagai kelompok pada suatu Negara dalam lapisan manapun.
Lembaga-lembaga yang dimaksud di atas di Indonesia meliputi : Partai Politik (Parpol), Interest Group (Kelompok Kepentingan), Pressure Group (Kelompok Penekan), Media of Political Communication (Media Komunikasi Politik), Journalism Group (Kelompokm Jurnalis), Student Group (Kelompok Pelajar), Political Figure (Figure Politik).
Selanjutnya suprastruktuktur politik, yaitu : mesin politik resmi atau lembaga-lembaga pembuat keputusan politik yang sah, lembaga–lembaga tersebut bertugas mengkonversi inputs yang terdiri dari tuntutan, dukungan yang menghasilkan suatu output berupa kebijakan publik.
Lembaga-lembaga yang dimaksud di atas di Indonesia meliputi : Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.
Jika dilihat hasil pemilu tahun 2009, Perempuan Demorat Republik Indonesia (PDRI) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekarang ini berjumlah kurang lebih 101 orang di DPR RI melalui jalur partai politik.
Perolehan prestasi tersebut sesungguhnya sudah membanggakan. Sebagai kader yang modern tentu harus melihat masa depan yang lebih jauh ke depan, dengan berfikiran positif. Bagaimana mempertahankan dan meningkatan potensi partai yang ada, sambil belajar membenahi mana yang harus diperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
Dengan demikian cara dan upaya kita seperti ini, kita akan selalu optimis dalam menjalankan Partai Demokrat, tanpa harus kehilangan arah perjuangan, tujuan dan target kita dalam berpartai. Kita akan lebih menderita di masa yang akan datang, jika kita selalu kehilangan arah perjuangan di dalam berpartai. Inilah yang kita khawatirkan dan kita hindari.
Proyeksi ke depan menurut hemat Hj. Melani adalah kita harus tegas dan berani mulai dari sekarang berani untuk mematok dan menargetkan perolehan suara dan kursi yang akan kita peroleh pada pemilu 2014. Sehingga akan melahirkan sebuah keyakinan, perilaku politik dan lainnya secara terencana, baik tingkat pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan partai maupun memasang strategi politik partai dalam menjalankan organisasi dengan baik.
Maka hasilnya dipastikan akan baik pula. Saatnya PDRI untuk bisa membuat sebuah program-program yang menguatkan posisi Partai Demokrat; meskipun ujian yang bertubi-tubi menimpa Partai Demokrat masih terasa sampai sekarang. Tetapi partai adalah sebuah sistem yang harus dijalankan oleh kita bersama sebagai Kader, bukan milik individu-individu. Jadi dengan demikian kita akan bisa leluasa membuat program-program partai yang strategis di masa kini dan akan datang dalam mempersiapkan dan memperjuangkan pemenangan pemilu 2014.
Disinilah pentingnya komunikasi politik sesama kader partai dari DPP Partai Demokrat (termasuk kader PDRI) sampai DPD, DPC, DPAC, DPRT (Kelurahan/Desa), DPART (tingkat RW).
Hadir juga di acara ini Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bapak Anas Urbaningrum, MA, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bapak Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Republik Indonesia Ibu Titiek Budhisantoso, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Demokrat Republik Indonesia, Ibu Lies B. Soemarto dan Ketua-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Demokrat Republik Indonesia se-Indonesia.
Dalam sambutannya Hj. Melani Leimena selaku Ketua Dewan Pembina PDRI menyampaikan tentang Sistem politik di Indonesia yang bebas dan aktif mendorong adanya komunikasi politik yang transparan terhadap masyarakat umum; keadaan ini menjadikan komunikasi politik antara pemerintah dengan masyarakat, termasuk dengan peserta partai politik menjadi sesuatu hal yang amat penting dalam mendorong perkembangan politik di Indonesia.
Selama ini komunikasi politik di Indonesia dirasa masih perlu perubahan yang signifikan diberbagai aspek baik itu sektor infrastruktur dan suprastruktur politik. Infrastruktur politik yang dimaksud, yaitu lembaga politik atau mesin politik non formal yang berperan secara tidak langsung dalam pengambilan kebijakan-kebijakan politik yang diambil oleh suprastruktur politik, guna sebagai penyalur atau penyampai aspirasi dari berbagai kelompok pada suatu Negara dalam lapisan manapun.
Lembaga-lembaga yang dimaksud di atas di Indonesia meliputi : Partai Politik (Parpol), Interest Group (Kelompok Kepentingan), Pressure Group (Kelompok Penekan), Media of Political Communication (Media Komunikasi Politik), Journalism Group (Kelompokm Jurnalis), Student Group (Kelompok Pelajar), Political Figure (Figure Politik).
Selanjutnya suprastruktuktur politik, yaitu : mesin politik resmi atau lembaga-lembaga pembuat keputusan politik yang sah, lembaga–lembaga tersebut bertugas mengkonversi inputs yang terdiri dari tuntutan, dukungan yang menghasilkan suatu output berupa kebijakan publik.
Lembaga-lembaga yang dimaksud di atas di Indonesia meliputi : Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.
Jika dilihat hasil pemilu tahun 2009, Perempuan Demorat Republik Indonesia (PDRI) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekarang ini berjumlah kurang lebih 101 orang di DPR RI melalui jalur partai politik.
Perolehan prestasi tersebut sesungguhnya sudah membanggakan. Sebagai kader yang modern tentu harus melihat masa depan yang lebih jauh ke depan, dengan berfikiran positif. Bagaimana mempertahankan dan meningkatan potensi partai yang ada, sambil belajar membenahi mana yang harus diperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
Dengan demikian cara dan upaya kita seperti ini, kita akan selalu optimis dalam menjalankan Partai Demokrat, tanpa harus kehilangan arah perjuangan, tujuan dan target kita dalam berpartai. Kita akan lebih menderita di masa yang akan datang, jika kita selalu kehilangan arah perjuangan di dalam berpartai. Inilah yang kita khawatirkan dan kita hindari.
Proyeksi ke depan menurut hemat Hj. Melani adalah kita harus tegas dan berani mulai dari sekarang berani untuk mematok dan menargetkan perolehan suara dan kursi yang akan kita peroleh pada pemilu 2014. Sehingga akan melahirkan sebuah keyakinan, perilaku politik dan lainnya secara terencana, baik tingkat pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan partai maupun memasang strategi politik partai dalam menjalankan organisasi dengan baik.
Maka hasilnya dipastikan akan baik pula. Saatnya PDRI untuk bisa membuat sebuah program-program yang menguatkan posisi Partai Demokrat; meskipun ujian yang bertubi-tubi menimpa Partai Demokrat masih terasa sampai sekarang. Tetapi partai adalah sebuah sistem yang harus dijalankan oleh kita bersama sebagai Kader, bukan milik individu-individu. Jadi dengan demikian kita akan bisa leluasa membuat program-program partai yang strategis di masa kini dan akan datang dalam mempersiapkan dan memperjuangkan pemenangan pemilu 2014.
Disinilah pentingnya komunikasi politik sesama kader partai dari DPP Partai Demokrat (termasuk kader PDRI) sampai DPD, DPC, DPAC, DPRT (Kelurahan/Desa), DPART (tingkat RW).